Sebuah rumor dari situs Jepang Spyder7, mengklaim bahwa Toyota sedang bersiap untuk menghidupkan kembali model MR2.

Sejujurnya, itu terdengar terlalu bagus untuk menjadi nyata. Sebab, sang automaker lebih condong berinvestasi buat teknologi generasi baru, alih-alih kendaraan berorientasi performa.

Tapi, mari sedikit berharap bahwa spekulasi tersebut benar adanya.

Laporan Spyder7 mengklaim bahwa Toyota sedang mencari mitra proyek, dalam strategi yang sama seperti kolaborasi dengan Subaru untuk 86 dan BMW pada Supra.

Secara spesifik, artikel tersebut mengklaim bahwa Toyota kemungkinan sedang bernegosiasi dengan Porsche dan Lotus - yang, sekali lagi, terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Galeri: Toyota Alessandro Volta Concept 2004

Tenaga mobil tersebut diduga berasal dari sistem plug-in hybrid. Spyder7 mengatakan, unit V6 2,8 liter atau 3,0 liter mid-mount juga akan menjadi bagian dari pengaturannya.

Output total berpotensi sebesar 345 daya kuda (257 kilowatt atau 350 daya kuda metrik) atau 395 dk (294 kW atau 400 dk metrik).

Soal estetika, Spyder7 mengatakan reinkarnasi MR2 ini membangkitkan konsep Toyota Alessandro Volta (galeri di atas). Model tersebut berasal dari Geneva Motor Show 2004.

Meskipun menarik, bagi kami terasa aneh jika Toyota membawa kembali tampilan tersebut hampir dua dekade setelah debut aslinya.

Harga yang diproyeksikan akan mulai dari 6 juta yen (Rp744,4 juta dengan nilai tukar saat ini).

Sebagai perbandingan, Toyota Supra dijual di Jepang mulai dari 4,995 juta yen (Rp619,6 juta).

Jika terbukti, itu akan menjadikan MR2 sebagai model yang berada satu tingkat di atas Supra dalam lineup.

Menurut Spyder7, MR2 yang dihidupkan kembali ini bisa debut pada 2024. Artinya, proyek tersebut harus sudah berada dalam tahap pengembangan jika ingin hadir tepat waktu.

Pada 2020, Wakil Presiden Eksekutif Bidang Penjualan Toyota Motor Eropa, Matt Harrison, mengatakan bahwa membawa kembali MR2 "bukanlah prioritas."

Meskipun itu sedikit mendinginkan rumor, ada anggapan bahwa eksekutif di satu wilayah belum tentu tahu apa yang dilakukan oleh perencana produk di kawasan lain.

Jadi, harapan kita - sekecil apapun - masih terjaga.