BMW Group dan Pirelli menjalin kerja sama dengan Birdlife Internasional untuk menggarap proyek tiga tahunan bertema lingkungan hidup.

Mereka ingin mendukung produksi jangka panjang karet alam yang berkelanjutan dan bebas deforestasi di Indonesia.

Tiga organisasi ini siap melakukan tindakan yang memberi manfaat bagi masyarakat lokal, konservasi ekosistem alam, dan perlindungan spesies hewan yang terancam punah di hutan Indonesia.

Proyek ini dilaksanakan oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang dikoordinir oleh konsorsium lokal PT Restorasi Ekosistem Indonesia (PT REKI).

Lokasi proyeknya terletak di Hutan Harapan, Jambi, yang merupakan rumah bagi sekitar 1.350 spesies hewan.

Kerja sama ini akan melahirkan serangkaian inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat adat dengan melindungi hak-hak petani atas tanah dan mempromosikan hak-hak perempuan.

Selain itu, mereka juga ingin melestarikan kawasan bebas deforestasi seluas 2.700 hektar dan melindungi beberapa spesies yang terancam punah.

Berbagai kegiatan akan dilaksanakan sejalan dengan visi Global Platform of Sustainable Natural Rubber (GPSNR), yaitu platform multi-stakeholder untuk pengembangan bisnis karet alam secara berkelanjutan.

BMW Group, Pirelli, dan Birdlife Internasional merupakan founding member dari platform tersebut.

Kemitraan BMW Group dan Pirelli dalam mendukung Hutan Harapan merupakan bagian dari jalan bersama menuju karet alam yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, Pirelli mengembangkan dan memproduksi ban pertama di dunia yang telah disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC), yaitu Pirelli P ZERO.

Dia akan terpasang pada BMW X5 Plug-in Hybrid baru, menjadi mobil pertama di dunia yang dilengkapi ban bersertifikasi tersebut.

Galeri: Kolaborasi BMW-Pirelli dan Birdlife Internasional

Lantas, apa saja aktivitas dalam proyek tersebut? Ada enam yang paling utama, dimulai dari pendekatan agroforestry.

Ini bertujuan mengoptimalkan hubungan antara produksi dan diversifikasi pendapatan, dengan menambahkan variasi tanaman di area yang sama.

Lalu, Good Agricultural Practices (GAP), alias pelatihan bagi petani kecil tentang praktik budidaya dan pengelolaan perkebunan yang baik.

Proyek ini juga melibatkan keluarga petani yang aktif di daerah tersebut, memastikan penghormatan dan perlindungan atas hak-hak tempat tinggal mereka.

Pemantauan dan pemeriksaan langsung kawasan hutan melalui warden, drone dan teknologi kontrol satelit, juga dilakukan.

Ada pula pemberdayaan perempuan melalui lokakarya untuk mengembangkan keterampilan mereka.

Tujuannya adalah mendapatkan peran baru potensial, terutama kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan karet alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Mereka juga melakukan pemetaan dan pemantauan spesies hewan yang paling berisiko, seperti Harimau Sumatera, Rangkong Gading, Burung Daun Hijau Besar dan Owa Ungko.

Terakhir, pembentukan Koperasi Petani karet alam untuk memungkinkan pasokan langsung dari masyarakat ke pabrik pengolahan di wilayah tersebut.

Birdlife International akan berkoordinasi dengan Pirelli dan BMW Group mengenai pengembangan proyek dan hasil yang dicapai melalui rencana pelaporan berkala.