Saat terjadi bencana, Anda tentu harus siap menghadapinya. Memiliki rencana darurat merupakan awal yang baik.

Selain itu, Anda juga perlu membekali diri dengan pengetahuan medis, menimbun makanan di rak, melatih keterampilan yang berguna, serta jangan lupa akrab dengan tetangga Anda.

Paham cara masuk ke daerah yang terkena bencana demi membantu korban juga sangat bermanfaat.

Itulah mengapa Yamaha mengembangkan konsep skuter darurat Rough Road Tricity.

Berbasis skuter multiroda Tricity milik Yamaha, Rough Road Tricity Concept pada dasarnya adalah model yang lebih kapabel untuk off-road.

Dia dibawa ke Riscon Tokyo 2021, sebuah konvensi yang didedikasikan untuk kesiapsiagaan darurat.

Mengingat banjir, tanah longsor, dan tsunami kerap menjadi ancaman bagi Negeri Matahari Terbit itu, tak heran jika persiapan dan antisipasinya merupakan hal yang sangat penting.

Jadi kendaraan macam apa ini? Selain skema cat oranye terang yang sangat berorientasi darurat, Rough Road Tricity mendapat sejumlah peningkatan untuk membuatnya lebih kuat.

Meskipun Yamaha belum secara eksplisit memasarkan Tricity sebagai kendaraan multiroda adventure, cara kerja teknologi LMW membuatnya tampak mungkin bahwa, dengan ban yang tepat, skuter ini mampu melakukan aktivitas trail ringan cukup baik.  

Yamaha juga memasang berbagai perlengkapan tambahan untuk meningkatkan ketangguhan Tricity Concept ini.

Itu termasuk pelat selip, pelindung lampu depan, pelindung tangan, rak bagasi logam besar untuk hard case samping, serta rak dan top box.

Ada juga pelindung logam di sekitar fairing samping untuk membantu membentenginya dari apapun yang mungkin ditemui di perjalanan.  

Meski tak menawarkan kemampuan setara dengan adventure bike berukuran besar yang memiliki banyak suspensi travel, Yamaha Tricity multiroda adalah skuter.

Artinya, dia lebih mudah dikendarai oleh banyak orang.

Dalam situasi darurat, ketika waktu tanggap sangat penting, memiliki kendaraan yang mudah mengakses banyak tempat yang tidak terjangkau mobil sudah pasti sangat berguna.

*Artikel ini dibuat oleh Mikhael Partogi Tambunan yang sedang menjalani magang.