Ini adalah pertama kalinya seorang pembalap berkaliber dunia masuk di jajaran pimpinan FIA. Muncul pertanyaan mengapa Tom Kristensen memutuskan masuk ke FIA.

“Motor Sport telah menjadi hidup saya dan saya mendapat banyak hal darinya,” kata orang Denmark itu.

“Saya pikir sekarang saatnya bagi saya untuk memberikan sesuatu. Saya menyukai gagasan bahwa olahraga harus dipimpin oleh orang-orang yang memiliki banyak pengalaman di dalamnya.”

“Saya ingin berbagi semua pengetahuan dan pemahaman untuk membantu mendorong generasi baru untuk terlibat.”

“Saya telah bersama FIA untuk beberapa waktu di dalam komisi pembalap dengan semua hal yang terlibat.”

Jadi, saya ingin terus terlibat dalam pengembangannya dan olahraga yang sangat saya cintai ini.”

Tom Kristensen menjalani karier politik yang lebih besar di dunia motorsport saat memimpin Komisi Pembalap FIA.

Meskipun pekerjaannya tidak diketahui oleh penonton motorsport, komisi tersebut memiliki tentakelnya ke beberapa area.

Termasuk menyediakan layanan untuk pembalap di Grand Prix dan program pendukung seperti Women in Motorsport dalam Girls on Track.

Memberikan suara yang kuat pada kelompok investigasi keselamatan dan kecelakaan, peraturan kejuaraan, dan kategorisasi pembalap (emas, perak, perunggu) untuk balap GT dan ketahanan.

Tom Kristensen 1

“Kami memiliki banyak orang yang berpengalaman, kebanyakan dari kami pernah ikut balapan di reli, off road, karting, mobil Formula, dan ketahanan,” kata Kristensen.

“Jadi ada banyak pengalaman. Kami tidak membuat keputusan konkret, tapi kami membawa banyak hal ke Dewan Dunia dan kami mendukung kerja komisi lainnya.” “Misalnya, Emanuele Pirro di komisi sirkuit, Derek Warwick di komisi balap single seater, dan saya sendiri di komisi ketahanan dan keselamatan.”

Pada 5 hingga 10 tahun ke depan untuk motorsport akan mengalami beberapa perubahan terbesar dan tercepat dalam sejarah.

Karena, ada kekuatan eksternal seperti perubahan iklim, streaming video, gaming, dan media sosial yang akan membentuknya.

Seperti biasa, di ranah motorsport pasti ada pemenang dan mereka yang kalah. Ini berlaku pada dua kandidat dalam pemilihan Presiden FIA.

Tom Kristensen 2

“Dalam pandangan kami, tantangan terbesar mungkin adalah bagaimana membuat motorsport berkelanjutan ke depan,” kata Tom Kristensen.

“Membangun pendekatan baru, bagaimana menyegarkan basis penggemar kami, dan bagaimana menarik lebih banyak kompetitor.”

“Termasuk bagaimana terus meningkatkan tingkat keselamatan, bagaimana memperkuat disiplin ilmu kami yang berbeda.”

“Jadi, aksesibilitas, keberlanjutan, dan keragaman adalah macam-macam faktor yang akan jadi kunci di masa depan.”

“Ini adalah bagaimana merangkul lebih banyak balap karting rekreasi. Mungkin dengan memiliki beberapa kompetisi karting di berbagai negara di mana FIA dapat mendukungnya.”

“Bahkan, bisa dimulai dari semangat eSports dan FIA eSports karena mereka memiliki banyak ide hebat. Dan, di sana pula Anda benar-benar dapat masuk dengan cukup murah.”

“Seperti halnya kami akan mengembangkan kejuaraan Crosscar yang tak memerlukan sirkuit khusus dan bisa digelar di mana pun, macam di Asia, Amerika Selatan dan Afrika.”

Pusat perhatian masa depan adalah teknologi kendaraan listrik yang dipromosikan secara besar-besaran oleh pemerintah.

Sementara, pada ranah motorsport pun juga akan memulai balapan dengan bahan bakar berkelanjutan serta hidrogen sebagai alternatif.

“Saya terbuka untuk semua dan saya pikir jawabannya harus berbeda versi dari semua teknologi ini,” kata Kristensen.

”Kami melihat lebih banyak insinyur muda dengan ide-ide cemerlang. Ini seperti laboratorium yang nyata untuk kepentingan masa depan.

Situasi di mana pelestarian lingkungan, perkembangan teknologi, dan motorsport akan berjalan beriringan.”

“Dan, jika kami menggabungkan kekuatan pabrikan besar, maka kami akan memiliki kapasitas besar untuk menjadi kreatif dan efisien.”

“Apa yang dilakukan Le Mans dengan program hidrogen 24 adalah contoh yang baik dan ada banyak contoh lainnya.”

Survei global penggemar F1 baru-baru ini menunjukkan perkembangan yang bersilangan antara penonton motorsport dengan gamer.

Sebanyak 61 persen penggemar F1 berusia 16 hingga 24 diidentifikasi sebagai gamer. Lalu, seberapa penting game untuk pengembangan motorsport dan kompetisi itu sendiri.

“Itu akan jadi kenyataan. Esports virtual sangat bagus, ”katanya. “Selama pandemi tetap ada banyak balapan.”

“Terutama pada 2020, di mana Anda melihat orang-orang dari dunia nyata bersaing dengan para gamer.”

“Percampuran itu menciptakan sesuatu yang saat ini terus berkembang. FIA pun mendukung itu.”

“Kami pun telah membuat komisi baru, di bawah kepemimpinan Anna Norquist dari Swedia.”

“Dan baru-baru ini, kami telah mengeluarkan peringkat dunia eSports FIA. Jadi mudah-mudahan itu bisa menjadi sesuatu yang bisa didorong oleh FIA.”

Terlepas dari tantangannya yang tidak ringan, Tom Kristensen optimistis soal masa depan olahraga ini.

“Motorsport selalu menghadirkan sumber gairah, integritas, dan minat, berkat kombinasi para pesaing, kompetisi, pabrikan, dan penggemar, di seluruh dunia.

“Ini meliputi begitu banyak acara. Cara berkomunikasi dan mempromosikannya juga menjadi poin penting.“

“Dunia bergerak cepat. Begitu pula dengan dunia media. Lihatlah dampak besar dari Netflix “Drive to Survive” di F1.

“Itu contoh yang bagus, seperti kesuksesan film Le Mans 66 dari ajang 24 Hours Le Mans. Jadi, motorsport masih sangat cair dalam konteks perbankan dan akan bertahan lama.”

Galeri: Audi A8 L Horch