Pada pertengahan hingga akhir era 2000-an, Mazda membuktikan bahwa mereka belum menyerah pada mesin andalan yang mengangkat harkat mereka di dunia otomotif, yakni mesin rotary.

Mazda masih menemukan kesuksesan mesin rotary ini di mobil sport Mazda RX-8 yang merupakan penerus Mazda RX-7 yang tidak begitu dicintai.

Berbeda dengan pendahulunya, Mazda RX-7 yang masih sangat digandrungi dan dicintai hingga saat ini.

Pada 2008, Mazda menjalani debut keduanya dengan mobil konsep bertenaga Wankel di Detroit Auto Show yang dikenal sebagai Furai, yang berarti "Sound of the Wind."

Inilah mobil konsep tersebut:

Nama: Mazda Furai
Debut: Detroit Auto Show 2008
Mesin: Three-Rotor Wankel
Tenaga/Torsi: 450 daya kuda/330 Nm

2008 Mazda Furai Concept
2008 Mazda Furai Concept
2008 Mazda Furai Concept

Siap untuk Balapan

Mazda tidak pernah berniat untuk membangun versi produksi dari Mazda Furai. Mereka menciptakannya sebagai mobil balap sejak awal yang ditakdirkan untuk bersaing di seri Le Mans Amerika.

Mazda Furai mengenakan livery aero merah dan perak yang mencolok dan memakai nomor 55 sebagai pengingat pada Mazda 787B yang jadi pemenang Le Mans 1991.

Tapi, beberapa masalah mengemuka yang membuat proyek ini jadi tidak terwujud untuk membalap di trek.

Mazda Furai menggunakan mesin Wankel tri-rotary yang rumit. Mesin yang pada dasarnya adalah versi modifikasi dari mesin 20B.

Mesin inilah yang ditemukan pada mobil-mobil Mazda yang sudah pernah ada sebelumnya dan berlari pada bahan bakar etanol E100.

Mazda Furai konsep ini tentunya bisa berfungsi dengan baik, karena Mazda telah mengujinya di berbagai trek, termasuk di Laguna Seca dan Buttonwillow.

Tapi pada akhirnya, mobil ini akhirnya hanya berperan sebagai mobil tes untuk hal seperti desain masa depan dan pengujian aerodinamika dan bukan untuk balapan.

2008 Mazda Furai Concept
2008 Mazda Furai Concept

Kematian Furai

Pada 2008, segera setelah debut Mazda Furai di Detroit, Mazda menyerahkan kunci prototipe yang ciamik ini kepada pembalap penguji di Top Gear. 

Selama sesi foto di pangkalan angkatan udara Bentwaters Park di Inggris, pengemudi Mark Ticehurst melihat asap dari ruang mesin.

Mark Ticehurst beruntung karena lolos tanpa cedera, namun, keseluruhan Mazda Furai konsep ini terbakar dalam hitungan menit sebelum kru bisa memadamkannya.

Setelah mengetahui kejadian itu, Mazda membawa sisa-sisa mobil konsep yang hangus kembali ke tempat kelahiran Furai.

Lokasinya di Advanced Design Studio di Irvine, California, sebelum memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek ini lagi.

Dalam sebuah wawancara tahun 2013 dengan Road &Track, desainer senior saat itu, Carlos Salaff, memberikan pernyataan tentang kecelakaan itu.

"Itu menyedihkan bagi saya. Saya mencurahkan hati dan jiwaku ke dalam mobil itu,” katanya.

“Ketika Anda menuangkan hati dan jiwa Anda ke dalam sesuatu, itu akan jadi bayi Anda. Dan kemudian aku melihatnya hancur seperti itu dan itu benar-benar menyakitkan.”

*Artikel ini dibuat oleh Mikhael Partogi Tambunan yang sedang menjalani magang.

Galeri: Mazda2 2022

Galeri: Mazda Furai 2008 Konsep