Jaguar tidak akan memperkenalkan produk baru sampai 2025, menurut laporan dari surat kabar Prancis Le Monde.

Ketika masa tenang itu berakhir, mereka berniat untuk menjadi brand listrik sepenuhnya, dengan tujuan bersaing melawan perusahaan kelas atas seperti Aston Martin atau Bentley.

Laporan ini mengikuti berita serupa dari awal 2021, ketika CEO Jaguar Land Rover, Thierry Bollore, berbicara tentang rencana untuk menjajal segmen upmarket.

"Kami akan mereposisi sepenuhnya merek Jaguar," katanya, saat itu. "SUV akan khusus buat Land Rover. Jaguar akan berbeda dari SUV. Sangat berbeda."

Galeri: Foto Spy Sedan Jaguar XJ Electric

Perusahaan asal Inggris itu siap menginvestasikan dana sekitar 2,5 miliar pounds (Rp47,7 triliun) ke dalam pengembangan kendaraan listrik untuk platform yang akan eksklusif buat merek Jaguar.

Model-model baru tersebut mungkin akan terlihat sangat berbeda dari bahasa desain yang digunakan saat ini.

"Saya menikmati ide untuk membantu rekan-rekan di Jaguar untuk membawa brand ini kembali ke posisi yang layak," kata Chief Creative Officer, Gerry McGovern.

Jaguar sangat serius dengan rencana ini, bahkan sampai membatalkan kendaraan yang sudah dalam pengembangan.

Sebagai contoh, kita pernah melihat XJ baru (galeri di atas) sangat dekat untuk diluncurkan, sebelum Jaguar memutuskan untuk tidak memperkenalkan sedan baru tersebut.

Perusahaan juga menghapus investasi sekitar 1,4 miliar dolar AS (Rp20,0 triliun) buat platform MLA karena teknologinya terlalu kuno dan tidak bisa memenuhi target emisi sang automaker.

Keputusan ini berimbas kepada matinya proyek J-Pace.

Lineup baru dilaporkan hanya akan menyertakan satu crossover, yang bakal menggantikan I-Pace. Sementara, F-Pace dan E-Pace mungkin dicoret pada saat perombakan berlangsung.

Selain tidak meluncurkan produk baru, Jaguar perlahan akan mengurangi volume produksi produk saat ini dengan memangkas pilihan mesin dan peralatan, menurut Le Monde.

Rencana itu termasuk memotong tenaga kerja dan menurunkan biaya. Pada 2026, kapasitas produksi Jaguar akan berkurang 25 persen dari angka saat ini.