Foxconn Technology Group kini sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan di Arab Saudi, untuk mendirikan joint venture (perusahaan patungan) potensial, yang berfokus pada pembuatan kendaraan listrik (EV).

Informasi tersebut belum resmi, tetapi sebuah kabar terbaru dari media Automotive News belum lama ini mengutip kabar itu dari “orang-orang yang mengetahui masalah ini”.

Mereka mengatakan kepada Automotive News, bahwa Dana Investasi Publik (Public Investment Fund) Arab Saudi akan mendirikan perusahaan baru bernamaa Velocity.

Dan perusahaan itu sepertinya menjadi pemangku kepentingan mayoritas dari usaha patungan (joint venture) baru tersebut.

Dana Investasi Publik saat ini mengelola sekitar 450 miliar dolar AS aset dan ingin terlibat dalam bisnis kendaraan listrik untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan kaya minyak itu.

Pada gilirannya, menurut sumber itu, Foxconn, sebuah perusahaan pembuat iPhone, akan menyediakan perangkat lunak, elektronik, dan arsitektur listrik untuk kendaraan listrik baru yang akan dibangun di Arab Saudi.

Foxconn juga akan menjadi pemangku kepentingan minoritas dalam perusahaan joint venture tersebut.

Yang lebih menarik, berita tersebut mengklaim bahwa perusahaan baru itu akan menggunakan sasis BMW untuk EV mereka.

Dan rencananya kedua belah pihak (Velocity dan BMW) akan menandatangani kesepakatan sebelum akhir tahun 2021.

Tentu saja, sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak mana pun yang terkait dengan berita tersebut.

Berita dari Automotive News menjadi satu-satunya informasi yang tersedia tentang proyek itu.

BMW diharapkan bisa memberikan arsitektur listrik yang lebih tua untuk perusahaan patungan baru ini.

Galeri: Tiga Mobil Listrik Foxconn

Perlu dicatat, ini bukanlah kali pertama pabrik mobil asal Jerman itu akan melisensikan platformnya untuk digunakan oleh pabrikan lain.

Sebab, perusahaan asal Vietnam, VinFast, juga menggunakan basis BMW X5 yang lebih tua untuk mobil model President SUV-nya.

Selain itu, Land Rover Range Rover baru juga memiliki mesin V8 twin-turbo 4,4 liter dari BMW sebagai opsi.

Sebagai catatan terakhir, Foxconn baru-baru ini terlibat dalam industri otomotif dengan tiga kendaraan pertamanya, Foxconn Model C, Model E, dan Model T.

Ketiga kendaraan tersebut dikembangkan bekerja sama dengan produsen mobil asal Taiwan, Yulon Motor Co Ltd.

Raksasa teknologi tersebut baru-baru ini mengakuisisi bekas pabrik dari startup Lordstown Motors di Amerika Serikat.