Foto yang Anda lihat di atas bukan atraksi debus atau sejenisnya, tapi itu merupakan foto Badrian, seorang seniman patri tiup yang membuat tusuk konde di Yogyakarta.

Badrian termasuk manusia langka sebab dialah satu-satunya seniman yang masih rajin membuat tusuk konde dengan teknik patri tiup, sebuah teknik langka yang dikembangkan leluhur kita.

Kisah Badrian merupakan sebuah cerita mengenai kejayaan budaya Indonesia yang mulai tergerus zaman. Kisah Badrian tersebut berhasil didokumentasikan dengan apik oleh Bonfilio Yosafat.

Bonfilio merupakan pendiri Nusantara Documentary yang juga seorang pencinta roda dua. Bersama Royal Enfield, Bonfilio kemudian membuat video dokumenter yang berkisah tentang seniman patri tiup.

Keikutsertaan Royal Enfield dalam penggarapan video ini bukan tanpa alasan kuat.

Vimal Sumbly, Business Head for APAC Market Royal Enfield mengatakan bahwa Royal Enfield memiliki semangat untuk melestarikan kekayaan budaya, termasuk di Indonesia.

"Kolaborasi kami dengan Nusantara Documentary untuk membuat video dokumenter mengenai pengrajin yang menggunakan teknik patri tiup dalam pekerjaannya membuat tusuk konde merupakan langkah kecil dengan harapan besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengarsipkan secara visual warisan budaya Indonesia yang sungguh tak ternilai ini," kata Vimal.

Royal Enfield juga memperkenalkan kampanye #LeaveEveryPlaceBetter, di mana Royal Enfield fokus menyemangati komunitasnya untuk berkendara secara bertanggungjawab dan meninggalkan setiap tempat dalam keadaan lebih baik.

Proses pembuatan video dokumenter teknik Patri Tiup dikerjakan oleh Bonfilio Yosafat yang berkendara dengan Royal Enfield 500 ke tempat tinggal Bardian di Kotagede, Yogyakarta.

Misinya adalah untuk mengarsip secara visual proses pembuatan tusuk konde Jawa yang ikonis dengan teknik tradisional patri tiup, yang saat ini hanya dikerjakan oleh Bardian yang berusia 67 tahun.

Galeri: Royal Enfield Classic 500 Tribute Black Limited Edition

Perjalanan Bonfilio dengan Royal Enfield mengusung misi baik untuk membuat arsip mengenai warisan budaya Indonesia yang mungkin suatu waktu tidak akan ada yang melanjutkan lagi.

Teknik patri tiup dalam membuat tusuk konde saat ini nyaris punah. Oleh karena itu Royal Enfield dan Nusantara Documentary berupaya untuk menjaga warisan budaya ini tetap ada.

Hal ini sejalan dengan filosofi Royal Enfield yang sangat menghormati warisan budaya berkendara yang selama ini menjadi ciri khas Royal Enfield melalui produk-produknya.