Benedetto Vigna, CEO Ferrari berusia 52 tahun yang baru dilantik pada 1 September lalu, berencana merombak struktur organisasi perusahaan.

Tiga anggota tim manajemen senior akan meninggalkan perusahaan ikonik yang bermarkas di Maranello tersebut, sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan lebih luas yang akan diumumkan pada 10 Januari mendatang.

Nicola Boari (Chief Brand Diversification Officer), bersama Michael Leiters (Chief Technology Officer) dan Vincenzo Regazzoni (Chief Manufacturing Officer), akan berpisah dengan brand Kuda Jingkrak dalam waktu dekat.

Ferrari sepertinya sudah menemukan pengganti mereka, dan akan mengumumkan nama-namanya pada bulan depan, ketika perubahan struktur diperkenalkan secara penuh.

Galeri: Foto - Ferrari Daytona SP3

Soal kepergian tiga manajer top tersebut dari perusahaan, CEO Benedetto Vigna mengatakan, "Terima kasih saya yang tulus kepada Michael, Nicola, dan Vincenzo atas kontribusi berharga mereka selama bertahun-tahun terhadap pertumbuhan Ferrari."

"Terima kasih juga berkat upaya mereka, kami siap untuk memanfaatkan banyak peluang baru di masa depan, demi membangun era berikutnya dari perusahaan yang luar biasa ini," tambahnya.

Struktur organisasi baru akan mencakup karyawan lama yang siap untuk promosi, serta rekrutan anyar dari luar yang akan bergabung dengan Ferrari mulai Januari 2022.

Perusahaan Italia itu percaya bahwa "struktur baru akan lebih mendorong munculnya inovasi, mengoptimalkan proses, serta meningkatkan kolaborasi - baik secara internal maupun dengan mitra."

Ferrari memiliki banyak hal untuk disajikan, salah satunya adalah SUV perdana mereka yang bernama Purosangue,

Dia akan datang tahun depan, bersamaan dengan tim Formula 1 yang meluncurkan mobil balap yang dirancang ulang secara signifikan demi mematuhi perubahan regulasi.

Selain itu, Kuda Jingkrak juga akan memulai program Le Mans Hypercar (LMH) pada 2023.

Menurut pernyataan yang dibuat April lalu oleh mantan CEO interim, John Elkann, Ferrari akan meluncurkan mobil listrik murni pertama mereka pada 2025.

Apabila itu menjadi kenyataan, maka dia akan menyusul model hybrid terkini dari Ferrari, seperti SF90 Stradale dan 296 GTB.

SUV Purosangue juga kemungkinan akan menawarkan pengaturan hybrid.

*Artikel ini dibuat oleh Mikhael Partogi Tambunan yang sedang menjalani magang.