Krisi chip yang sedang berlangsung dan mempengaruhi industri otomotif merupakan pengingat bahwa mobil di era modern memang sarat teknologi.

Mereka dipenuhi berbagai sensor, layar, modem, dan banyak lagi, dengan sebagian besar teknologi tersebut berasal dari industri berbeda.

VW Group, misalnya, telah mengambil lisensi teknologi seluler 2G dan 3G dari Acer - produsen komputer asal Taiwan.

Menariknya, Acer kini justru mengajukan gugatan hukum terhadap sang automaker, menuduh raksasa Jerman itu melanggar beberapa paten lain.

Dalam gugatan mereka, yang diajukan di negara bagian Virginia, Amerika Serikat (AS), Acer mengatakan bahwa VW Group telah memasang chip seluler 4G ke dalam beberapa model Volkswagen.

Diduga, VW sama sekali tidak memiliki lisensi untuk melakukan hal tersebut.

Lebih lanjut, Acer menuding bahwa penggunakan teknologi yang tak semestinya itu telah ditemukan pada VW ID.4, Atlas, Golf, Tiguan, dan banyak lagi yang baru.

Mereka tidak bisa lagi memberi toleransi. Perusahaan komputer itu menuntut ganti rugi atas semua pelanggaran, termasuk di masa lalu.

Galeri: Volkswagen Atlas 2021 - Ulasan

VW Group mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang mempelajari gugatan tersebut sebelum memutuskan bagaimana menindaklanjutinya.

Namun, perusahaan juga mengatakan bahwa tuduhan itu "tidak berdasar" dan akan "mempertahankan posisi kami."

Musim panas ini, VW Group menandatangani kesepakatan lisensi dengan Huawei untuk teknologi 4G. Hanya saja, tuduhan Acer sudah ada sejak dua tahun lalu.

Volkswagen mengumumkan layanan Car-Net dengan konektivitas 4G pada 2019.

Kita mungkin akan melihat lebih banyak tuntutan hukum seperti ini pada tahun-tahun mendatang, mengingat para produsen mobil kerap menjalin kesepakatan lisensi dengan berbagai pemasok teknologi.

Salah langkah dan kesalahpahaman pasti akan terjadi, dan hal itu bakal merugikan perusahaan dalam prosesnya.

Pada Oktober lalu, General Motors, Toyota, dan Honda, semua menghadapi gugatan hukum atas pelanggaran paten yang berkaitan dengan teknologi seluler.

Keberhasilan kasus Acer bisa memacu pemasok lain untuk mengajukan tuntutan hukum serupa terhadap automaker, seiring memanasnya perebutan kekayaan intelektual di era digital.