Mampu mengisi lebih cepat dan memberi jangkauan lebih jauh, baterai solid-state dianggap sebagai terobosan berikutnya dalam pengembangan kendaraan listrik.

Toyota merupakan satu dari sekian banyak perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi baterai solid-state.

Namun, yang menarik, bos powertrain dan strategi elektrifikasi perusahaan, Thiebault Paquet, mengatakan kepada Autocar, Desember lalu, bahwa teknologi itu akan debut pada model hybrid alih-alih EV murni.

Kemudian, kepada Autoline pada gelaran CES 2022, Kepada Institut Penelitian Toyota, Gill Pratt, kembali menegaskan bahwa mobil pertama mereka dengan baterai solid-state tetap akan memiliki mesin pembakaran internal.

Proses pengembangan, kata Pratt, berjalan sesuai jadwal. Dan, mobil pertama yang menghilangkan baterai lithium-ion akan tiba pada paruh pertama dekade ini.

Mengingat kita sudah memasuki Januari 2022, itu berarti kendaraan yang dimaksud akan meluncur di pasar dalam tiga tahun atau bahkan lebih cepat dari itu.

Galeri: Toyota Prius Nightshade Special Edition 2022

Tapi, mengapa Toyota memprioritaskan hybrid? Gill Pratt mengakui bahwa ini mungkin terdengar "sedikit tidak intuitif", tetapi penjelasannya masuk akal.

Dengan mayoritas mobil listrik saat ini masih berlabel premium dibanding varian bensin, menghadirkan EV dengan baterai solid-state akan membuatnya makin mahal.

Biayanya mungkin akan turun antara sekarang dan 2025, tetapi tetap tidak cukup untuk membuat mobil listrik dengan baterai solid-state yang terjangkau.

Oleh karena itu, Toyota akan menerapkan teknologi menjanjikan tersebut untuk hybrid terlebih dahulu.

Sebab, baterainya akan lebih kecil, jadi tidak berdampak terlalu besar terhadap harga yang diminta.

Perusahaan juga melihat mobil hybrid sebagai semacam testbed untuk baterai solid-state karena Gill Pratt menjelaskan bahwa siklus pengisian dan pemakaiannya akan lebih jelas.

Hybrid akan menjadi "ujian lebih sulit" untuk baterai generasi berikutnya, yang nanti akan dipasang di EV setelah biaya produk turun ke batas rasional.

Galeri: Teaser Hypercar Listrik Lexus

Pada akhirnya, baterai solid-state juga akan dipasang pada mobil performa.

Toyota, melalui divisi mewah mereka Lexus, bulan lalu meluncurkan Electrified Sport dalam bentuk coupe listrik berbodi rendah.

Menampilkan "resep rahasia" yang membuat LFA bermesin V10 begitu hebat, konsep ini memiliki daya yang cukup untuk jangkauan 435 mil (700 kilometer).

Mobil dua tempat duduk yang cepat itu melesat dari 0 hingga 62 mil/jam (100 km/jam) dalam rentang dua detik.