Produsen mobil Vietnam, VinFast, terlihat tidak mau tanggung-tanggung menggarap pasar Amerika untuk memasarkan produk-produknya.

VinFast akan mendatangkan mobil listrik pertamanya untuk pasar Amerika pada akhir tahun ini.

Perusahaan ini bahkan telah mendirikan kantor pusat di Los Angeles dan meluncurkan SUV listriknya di LA Auto Show tahun lalu.

Yang menarik, untuk bisa menarik minat pembeli Amerikanya, VinFast menawarkan bonus besar kepada pembeli mobil AS jika mereka memberikan deposit untuk SUV listrik.

VinFast memandang pasar AS sebagai pasar yang menggiurkan dan harus digarap dengan sebaik-baiknya.

Bahkan VinFast memiliki rencana untuk membangun crossover listrik dan paket baterai di AS.

Perusahaan juga akan mengandalkan model penyewaan baterai yang unik dengan harapan dapat menurunkan harga kendaraan dan bersaing dengan Tesla dan GM.

VinFast telah mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan program reservasi dini yang diyakini bisa mendapatkan banyak keuntungan bagi konsumennya.

Jika pembeli melakukan deposit 200 dolar AS (Rp2,8 juta) untuk SUV VF 8 dua baris VinFast sebelum 5 April 2022, perusahaan akan memberikan voucher 3.000 dolar AS (Rp42,9 juta) kepada pemegang reservasi untuk digunakan dalam pembelian kendaraan.

Pada acara CES baru-baru ini di Las Vegas, VinFast mengatakan VF 8 akan dijual mulai dari 41.000 dolar AS (Rp587 juta) tanpa paket baterai.

Untuk baterai pembeli harus menyewanya dengan harga yang belum ditentukan.

VinFast juga akan memproduksi dan menjual VF 9 tiga baris dengan harga mulai 56.000 dolar AS (Rp802 juta).

Pelanggan yang menaruh deposit 200 dolar AS (Rp2,8 juta) untuk SUV yang lebih besar akan memenuhi syarat untuk mendapatkan voucher 5.000 dolar AS (Rp71,5 juta).

"Kami berharap program eksklusif kami VinFirst — 'Pioneer's Gratitude to Pioneers' — akan dilihat sebagai hadiah yang menarik bagi pelanggan pertama kami di awal tahun baru yang menyenangkan," ujar CEO VinFast Le Thi Thu Thuy kepada Automotive News di CES.

VinFast termasuk perusahaan otomotif yang berkembang sangat pesat. Padahal VinFast baru mulai menjual mobil berbahan bakar bensin di Vietnam pada 2019.

Namun, di CES, bos VinPast itu mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memproduksi kendaraan listrik pada akhir 2022.