Ferrari menjadi satu dari sedikit produsen mobil kelas dunia yang belum memiliki SUV. Meski demikian, hal tersebut tidak memengaruhi penjualan mereka.

Produsen mobil asal Italia tersebut berhasil menjual 11 ribu lebih unit pada 2021, dan itu memecahkan rekor mereka sendiri.

Ferrari memang sedikit terlambat karena baru melaporkan angka penjualan tahun lalu pada hari kedua Februari.

Akan tetapi, pabrikan supercar Negeri Piza itu memiliki alasan untuk merayakannya.

Merek ini mencatat pertumbuhan dua digit dibandingkan 2020. Tetapi, yang lebih penting, Ferrari sukses mencatatkan tahun terbaiknya dalam hal penjualan dan pengiriman global.

Pada 2021, Ferrari sukses menjual 11.155 mobil yang mereka kirim ke pelanggan di seluruh dunia.

Angka ini memecahkan rekor mereka tahun lalu (2020) setelah mengalami peningkatan sebesar 22,3 persen.

Itu juga 10,1 persen lebih baik dari 2019, yang merupakan tahun pertama dalam sejarah Ferrari di mana mereka mengirimkan lebih dari 10.000 mobil (10.131).

Berdasarkan laporan penjualan dan keuangan 2021, Ferrari telah mengonfirmasi bahwa tahun lalu adalah rekor baru untuk penjualan tahunan tertinggi perusahaan, sebuah tolok ukur ingin mereka lampaui lagi tahun ini.

"Rekor finansial pada 2021 menunjukkan sekali lagi kekuatan model bisnis kami," kata CEO Ferrari, Benedetto Vigna. 

"Kami dengan hati-hati mengelola pesanan masuk yang impresif, sejalan dengan strategi mengejar pertumbuhan yang stabil dan mempertahankan eksklusivitas merek. Kami mencatat peningkatan dua digit di semua indikator keuangan utama, melebihi target," tambahnya.

Kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), tetap menjadi pasar terbesar Kuda Jingkrak pada 2021 dengan total 5.492 pengiriman, meningkat 14 persen dari 2020.

Amerika berada di urutan kedua dengan 2.831 unit Ferrari terjual, 22 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Asia juga tidak mau kalah. Cina, Hong Kong, dan Taiwan mengalami lonjakan permintaan terbesar sebesar 97 persen menjadi 899 unit.

Namun, mereka masih merupakan pasar terkecil untuk brand supercar tersebut dalam hal volume penjualan. 

Galeri: Foto - Ferrari Daytona SP3

Melihat laporan penjualan 2021 Ferrari lebih dalam, terungkap ada beberapa model yang mengalami peningkatan permintaan cukup signifikan.

Mereka adalah supercar bermesin V8, yang mengalami peningkatan permintaan 34,6 persen. Sedangkan model dengan tenaga V12 malah turun 16,1 persen. 

Ferrari menjelaskan, alasan utamanya adalah pengurangan volume 812 Superfast, yang dihentikan secara bertahap pada tahun lalu.