Belum lama ini Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memperpanjang masa pemberian insentif PPnBM-DTP untuk kendaraan bermotor.

Kebijakan ini tentunya disambut baik oleh para Agen Pemegang Merek (APM) di Tanah Air.

Mereka kini tengah mempersiapkan produk-produknya yang memenuhi syarat untuk mendapatkan relaksasi pajak. Salah satunya adalah Daihatsu.

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, mengaku pihaknya sudah mempersiapkan model yang memenuhi syarat relaksasi.

“Statusnya saat ini kami baru mendaftarkan. Kami sedang menunggu approval dari Kemenperin,” kata Hendrayadi saat konferensi pers virtual, Jumat (11/2/2022).

“Jadi mari kita tunggu informasi selanjutnya, apakah model dan varian yang diajukan Daihatsu, baik yang LCGC maupun non-LCGC, sama atau tidak dengan yang disetujui pemerintah,” ia menambahkan.

Insentif untuk model LCGC diberikan pada kuartal pertama dengan tarif PPnBM sebesar 0 persen.

Diikuti kuartal kedua sebesar 1 persen, kuartal ketiga 2 persen, dan kuartal keempat tarif PPnBM yang dikenakan akan dibayar penuh oleh pelanggan sebesar 3 persen.

Untuk model LCGC, Daihatsu mendaftarkan seluruh varian untuk model Ayla dan Sigra dengan total 22 varian. Jika dirinci, model Ayla terdiri dari 12 varian dan model Sigra 10 varian.

Sementara untuk non LCGC, insentif diberikan pada kuartal pertama dengan tarif PPnBM sebesar 7,5 persen.

Diikuti kuartal kedua hingga kuartal keempat yang akan dibayar penuh oleh pelanggan sebesar 15 persen.

Model non-LCGC yang diajukan Daihatsu total sebanyak 29 varian, antara lain model Rocky 10 varian (6 varian 1,2L dan 4 varian 1,0L) serta Terios empat varian.

Selain itu, model All New Xenia juga diajukan untuk mendapat diskon PPnBM sebanyak 15 varian, terdiri dari 11 varian 1,3L dan 4 varian 1,5L.

Galeri: Daihatsu Sigra

Melihat sinyal positif PPnBM, Marketing Product Planning Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Budi Mahendra berpendapat, ini tahun yang tepat bagi pelanggan yang ingin mendapatkan mobil dengan harga terbaik.

Budi mengatakan bahwa Daihatsu sangat mendukung dan merespons positif atas program insentif ini.

“Berdasarkan peraturan yang sudah dikeluarkan, kami sudah melihat dan mengajukan model-model mana saja yang bisa ikut program ini,” ujar Budi.

“Kami harap ini bisa membantu untuk mempercepat pemulihan pasar otomotif di Indonesia,” ia menambahkan.

Hendrayadi juga mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah atas kelanjutan insentif PPnBM.

Dijelaskan Hendrayadi, insentif tersebut telah meningkatkan pasar otomotif nasional secara signifikan selama tahun 2021.