Kabar kurang sedap baru-baru ini datang dari dunia balap motor Thailand. Thannaphet Kusuwan yang merupakan pembalap muda asal Negeri Gajah Putih itu dikabarkan meninggal dunia.

Penyebabnya karena kecelakaan yang dialaminya dalam tes pramusim Honda Thailand Talent Cup di Sirkuit Buriram, Thailand, pada awal Februari 2022 lalu.

Seperti diketahui, Sirkuit Buriram juga resmi bergabung dan menjadi bagian dari jadwal MotoGP 2021.

Sayangnya, pandemi yang sedang berlangsung memaksa penyelenggara membatalkan acara tersebut, tetapi trek kembali ke kalender Grand Prix pada tahun 2022.

Sementara hanya waktu yang akan menentukan apakah paddock MotoGP melakukan perjalanan ke Thailand tahun ini, Honda Thailand Talent Cup mengambil kesempatan tes pramusim pada awal Februari 2022.

Tes itu diikuti oleh Kusuwan. Namun nahas baginya karena harus meregang nyawa dalam sesi latihan persiapan ajang tersebut.

Dalam tes, sepeda motor Honda NSF 250 yang dikendarai pembalap berusia 17 tahun itu menabrak pengendara lainnya. Kusuwan meninggal akibat luka yang diderita saat insiden tersebut. 

Meninggalnya Kusuwan menandai kehilangan tragis untuk seri Talent Cup Thailand. Insiden ini juga menambah banyak kematian pembalap muda di seluruh dunia.

Pada Februari 2022 saja, komunitas balap global diketahui telah beberapa kali kehilangan pembalap muda berbakat mereka.

Pada 6 Februari 2022, pembalap MotoAmerica Supersport dan Superbike, Jason Aguilar, meninggal dunia karena cedera yang diderita selama sesi pelatihan sepeda gunung.

Hanya satu hari kemudian, pada 7 Februari 2022, Juara Northern Talent Cup 2021, Jakub Gurecky, terlibat dalam kecelakaan fatal pada minibike Ohvale-nya di trek karting di Slovakia.

Kematian Kusuwan, Gurecky, dan Aguilar menembah rentetan buruk dua tahun terakhir. Sebelumnya, tiga pembalap muda di Moto3, World Supersport 300, dan European Talent Cup meninggal setelah insiden di trek.

Menanggapi serangkaian kematian dan protes yang dihasilkan, Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) sebenarnya sudah menerbitkan aturan baru.

Yaitu dengan menaikkan batas usia untuk pembalap muda di kejuaraan dunia.

Sayangnya, pembatasan baru itu tidak berlaku untuk Kusuwan yang berusia 17 tahun dan Gurecky yang berusia 16 tahun. 

Ditambah lagi dengan Kusuwan dan Gurecky yang meninggal selama pengujian dan pelatihan pra-musim, yang biasanya tidak termasuk grid dan trek balap yang penuh sesak yang berkontribusi pada jumlah kematian pada 2021.

FIM mungkin telah mengambil langkah-langkah untuk lebih melindungi pengendara muda dalam tahun-tahun mendatang.

Tetapi rangkaian kematian baru-baru ini memaksa penyelenggara untuk menentukan apakah lebih banyak peraturan diperlukan pada tahun 2022.

Galeri: Honda CBR1000RR-R Spa 100 Edition