BMW adalah nama terbaru dalam daftar panjang pembuat mobil yang mengumumkan penghentian produksi di Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Kerja sama mereka dengan Avtotor, sebuah perusahaan manufaktur mobil yang berlokasi di Kaliningrad Oblast, Rusia. untuk merakit mobil dari kit semi-knocked-down (SKD) tiba-tiba terhenti "karena situasi geopolitik saat ini."

Pernyataan itu dibuat oleh perwakilan perusahaan tersebut saat berbicara dengan kantor berita Reuters, belum lama ini.

Merek mewah itu juga berhenti mengekspor mobil ke Rusia karena alasan yang sama, hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Secara terpisah, juru bicara BMW mengatakan kepada The Wall Street Journal: "Kami mengutuk agresi terhadap Ukraina dan mengikuti perkembangan dengan sangat prihatin dan cemas."

Selain itu, kemacetan produksi di pabrik lain di luar Rusia diperkirakan karena beberapa pemasok berbasis di Ukraina yang dilanda perang.

Keputusan BMW untuk mengerem produksi mobil di Rusia datang hanya beberapa minggu setelah pabrikan Jerman itu memperbarui kemitraannya dengan Avtotor hingga 2028.

Pabrik yang berlokasi di Kaliningrad akan ditingkatkan untuk mengakomodasi siklus produksi penuh, bukan hanya kit SKD untuk model terlaris di Rusia: BMW Seri 5, X5, X6, dan X7.

Ketika pengumuman itu dibuat pada pertengahan Februari lalu, investasi setidaknya 32 miliar RUB (Rubel) mewakili sekitar 414 juta dolar AS.

Namun, nilai rRubel Rusia telah anjlok dalam beberapa hari terakhir menyusul sanksi yang diterapkan oleh Uni Eropa dan RUB 32 miliar itu sekarang hanya bernilai 300 juta dolar AS.

Avtotor melakukan bisnis tidak hanya dengan BMW, tetapi juga dengan Kia dan Hyundai setelah mengakhiri perjanjian sebelumnya dengan Chery Automobile dan General Motors.

Model seperti Cadillac Escalade dan Hummer H2 pernah dibuat di pabrik Kaliningrad sebelum kerja sama dengan General Motors berakhir pada tahun 2015.

Sebelumnya, selain BMW, beberapa pabrikan otomotif dunia lainnya juga melakukan hal yang sama terhadap Rusia.

Dua pabrikan asal Jerman lainnya, Volkswagen dan Mercedes, jadi pionir dengan berkomitmen menyumbangkan satu juta euro (sekitar Rp16 miliar) ke Palang Merah dan Badan Pengungsi Dunia (UNHCR).

Ford juga mengikuti jejak yang sama dan akan menyumbangkan 100.000 dolar AS (Rp1,4 miliar lebih) ke Global Giving Ukraine Relief Fund.

Sesama pembuat mobil lainnya yang menghentikan produksi di Rusia dan melakukan donasi ke Ukraina yakni Volkswagen, Mercedes-Benz, Jaguar Land Rover, Volvo, dan banyak lagi.