Hari Raya Idul Fitri tahun ini bakal segera berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Idul Fitri kali ini mungkin sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Pasalnya, pemerintah sudah memberikan izin bagi warganya untuk bisa melakukan kegiatan mudik ke kampung halaman.

Sebagaimana diketahui, hantaman badai pandemi telah menyebabkan pemerintah melarang aktivitas mudik sebagaimana biasanya.

Kini, seiring menurunnya penyebaran pandemi, pemerintah pun mengizinkan masyarakat untuk mudik dengan tetap mengikuti disiplin protokol kesehatan.

Mudik tahun ini diperkirakan bakal membludak, setelah dua tahun tidak ada aktivitas mudik.

Diperkirakan hampir 85 juta orang lebih akan melakukan mudik ke kampung halamannya masing-masing di seluruh Nusantara.

Dan Pulau Jawa, sebagai pulau terbesar jumlah penduduknya sudah pasti bakal menikmati gelombang mudik kali ini. Tol Trans Jawa diperkirakan bakal menjadi jalan favorit untuk pulang ke kampung halaman.

Terkait dengan rencana mudik kali ini, Jasa Marga selaku pengelola jalan tol di Indonesia, memberikan informasi tarif tol Trans Jawa yang dikelolanya.

Lewat kanal media sosial Instagram-nya, Jasa Marga menginformasikan tarif tol yang bakal diberlakukan di tol Trans Jawa.

Dalam Instagram @official.jasamarga, BUMN itu menyampaikan besaran tarif tol untuk kendaraan Golongan I.

 

Besarnya tarif tol Trans Jawa bervariasi mulai dari Rp5.000 hingga Rp119.000 sesuai dengan rute yang diambil pengguna jalan.

Sebagai contoh, untuk ruas tol Tangerang-Merak tarifnya Rp44.000, Jakarta-Cikampek Rp20.000, dan Cikopo-Palimanan sebesar Rp119.000.

Untuk ruas tol Kanci-Pejagan Rp29.500, ruas Pejagan-Pemalang Rp60.000, dan Batang-Semarang Rp86.000. Ruas tol Semarang ABC-Solo Rp75.000, Solo-Ngawi Rp104.500, dan Ngawi-Kertosono Rp91.000.

Adapun perkiraan akumulasi biaya penggunaan ruas tol dari Jakarta (via Tol Japek) menuju Cirebon (via GT Kancil) sebesar Rp151.500.

Untuk ruas tol Jakarta (via Tol Japek)-Semarang (via GT Kalikangkung) sebesar Rp377.500, Jakarta-Solo/Yogya (via GT Colomadu) sebesar Rp453.500, dan Jakarta-Surabaya (via GT Warugunung) Rp746.000.

Yang perlu diingat, semua transaksi pembayaran di gardu tol sudah menggunakan uang elektrik (e-money).

Jadi dihimbau kepada pengguna jalan tol untuk membawa e-money dengan jumlah saldo yang cukup dan sesuai dengan tujuan.