Baterai solid-state dipandang sebagai terobosan berikutnya dalam pengembangan EV, dan bisa menjadi game-changer sesungguhnya.

Dibandingkan dengan baterai lithium-ion saat ini, dia dapat mengisi lebih cepat dan menyimpan lebih banyak energi.

Kepadatan yang lebih tinggi sangat penting dalam hal bobot, sehingga produsen mobil tidak perlu memasang baterai besar untuk mendapatkan jangkauan lumayan.

Mengingat bobot adalah hambatan bagi performa, sebenarnya ada banyak potensi yang belum dimanfaatkan untuk membuat EV kencang dan tidak terlalu berotot.

Dan, meskipun all-new Z baru saja hadir dengan mesin V6 twin-turbo, Nissan sudah berpikir lebih jauh lagi untuk meluncurkan sebuah sports car listrik.

Berbicara dengan Autocar, Senior VP dan Chief Planning Officer untuk kawasan AMIEO, Francois Bailly, menyatakan minatnya terhadap mobil yang apik tanpa mesin pembakaran internal.

Nissan Max-Out Concept

"Kami ingin memiliki sports car EV, tetapi perlu menyusun semuanya dengan rapi. Kami belum siap mengumumkan urutan apa pun, namun semua sudah di atas meja," katanya.

Dengan kata lain, mobil macam itu memang masuk dalam pertimbangan, hanya saja ada rencana lebih penting untuk diprioritaskan.

Bailly bicara tentang suksesor supermini Micra berupa mobil listrik, juga Leaf generasi berikutnya yang akan diubah menjadi crossover.

Kemudian, ada masalah dengan baterai solid-state karena agak sulit dterapkan untuk produksi massal.

Nissan baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka sedang membangun sebuah prototipe, tetapi mobil produksinya baru akan diluncurkan pada 2028.

Namun, tampaknya agak mustahil membayangkan model yang menggunakan teknologi baterai yang sangat menjanjikan itu berupa sports car.

Toyota diprediksi menjadi pabrikan pertama yang meluncurkan mobil dengan baterai solid-state, berjanji memperkenalkan model hybrid pada 2025.

Mengenai seperti apa EV yang menarik itu, Bailly mengatakan kepada Autocar bahwa ada diskusi internal tentang GT-R listrik.

"Pada akhirnya, itu akan menjadi prioritas. Jadi, ya, kami sedang mempertimbangkannya. Kita semua penggemar mobil, kan?" ujarnya.

Sementara Godzilla dengan baterai solid-state masih kemungkinan, Nissan membisu tentang apa yang akan terjadi setelah R35.

Generasi saat ini merayakan ulang tahun ke-15 pada 2022, jadi penggantinya harus segera datang.

Sementara itu, Nissan memamerkan konsep Max-Out, beberapa bulan lalu, sebagai roadster listrik all-wheel-drive dengan dua kursi dan konstruksi ultra-ringan.

Digambarkan di sini, EV tersebut tampak rapi. Namun, kami tidak mau terlalu berharap untuk versi produksinya di masa depan.