Hyundai tidak pernah berhenti mengundang decak kagum dengan membuat minivan Staria yang sudah menawan menjadi lebih menarik.

Sebelumnya, sudah ada turunan van komersial, bus sekolah, dan camper yang memiliki kekhasan (dan fitur) tersendiri.

Namun, varian Lounge Limousine baru ini adalah yang paling memukau.

Dia duduk di puncak jajaran, dan lebih lapang dibandingkan versi lainnya berkat atap yang tinggi.

Atap pop-up menambah ruang di dalam kabin sekitar 205 mm (8 inci) ke atas.

Kini, ada ruang untuk mengakomodasi layar besar berukuran 25 inci, diklaim Hyundai sebagai yang terbesar di segmen Staria.

Komponen multimedianya cukup lengkap, karena Anda mendapatkan koneksi USB dan HDMI, mirroring smartphone, serta HD DMB.

Istilah terakhir itu adalah akronim untuk penyiaran multimedia digital yang digunakan untuk mengirim TV dan radio ke perangkat seluler dalam definisi tinggi.

Hyundai Staria Lounge Limousine

Staria Lounge Limousine juga dilengkapi dengan air purifier dan pencahayaan ambiens "Starry Sky" pada atap yang ditinggikan.

Lampu LED tambahan untuk baris kedua dan ketiga kian membuat nyaman suasana.

Buat pengendaraan yang lebih mulus, teknisi Hyundai telah menyesuaikan suspensi dan power steering elektriknya.

Selain itu, bahan peredam suara tambahan telah dipasang untuk membuat kabin lebih senyap.

Tersedia dalam pengaturan tujuh atau sembilan kursi, minivan mewah ini dilengkapi konsol tengah yang apik dengan meja built-in pop-up.

Bagian ini dapat dipindahkan dari baris pertama hingga ke belakang, dan menawarkan fasilitas seperti USB Type-C dan cup holder.

Buka pintu gesernya, dan side step yang selaras dengan kursi baris kedua bakal muncul  secara elektrik.

Selain atap yang lebih tinggi, Staria Lounge Limousine bisa dibedakan secara visual berkat velg alloy 18 inci two-tone yang eksklusif untuk trim flagship.

Hyundai mengecat minivan kelas atas ini dengan warna Abyss Black Pearl atau Creamy White, dengan keduanya menampilkan tema abu-abu untuk interior.

Banderolnya di Korea Selatan dimulai dari 57,92 juta won (Rp673,5 juta) untuk versi sembilan kursi, dan 59,63 juta won (Rp693,4 juta) buat varian tujuh kursi.