Pelanggan di Amerika Serikat (AS) harus puas dengan Mercedes-AMG C43 2023 versi sedan. Sementara di Eropa, ada varian wagon nan apik.

Model yang lebih "family friendly" di antara dua tipe C43 itu juga kehilangan dua silinder, dengan mengganti mesin V6 dengan M139l.

Mengapa ada huruf "l" pada akhir namanya?

Sebab, mesin empat silinder 2,0 liter itu dipasang membujur. Sedangkan seri AMG 45 yang lebih kompak memiliki tata letak mesin melintang.

Alternatif GLC 43 di Benua Lama tersebut menggabungkan performa dari versi sedan dengan kepraktisan ekstra sebuah wagon.

Meskipun tak lagi mengusung V6 3,0 liter twin-turbo, mobil itu masih mempertahankan tip knalpot quad berbentuk bulat dari pendahulunya.

Bagian itu tampaknya asli, tak seperti beberapa model Audi S yang dijual di Eropa.

Mercedes-AMG C43 Estate 2023

Memompa 402 daya kuda dan torsi 369 pound-feet (500 Newton-meter), C43 Estate baru ini jelas tak kekurangan tenaga.

Bahkan, dia mengungguli BMW M340i xDrive Touring sekitar 20 dk, sembari memiliki jumlah torsi yang sama.

Kami ingin mengingatkan Anda bahwa wagon bikinan Bavaria itu memiliki mesin enam silinder segaris yang lebih besar, dengan kapasitas 3,0 liter.

Sudah diduga, versi wagon akan sedikit lebih lambat dari saudara sedannya karena penambahan bobot.

Mercedes-AMG mengatakan, C43 Estate butuh 4,7 detik untuk mencapai 62 mil/jam (100 km/jam) dari posisi diam, atau sepersepuluh detik lebih lama dari varian sedan.

Keduanya dibatasi secara elektronik pada 155 mil/jam (250 km/jam), tetapi AMG Driver's Package opsional bisa melonggarkan limit hingga 165 mil/jam (265 km/jam).

Sedan dan wagon ini harusnya diikuti oleh turunan coupe dan convertible, tetapi mereka mungkin tidak diberi label C43.

Sebaliknya, ada rumor tentang rencana Mercedes untuk menggabungkan model C-Class dua pintu dan E-Class untuk menjadi CLE.

Oleh karena itu, tim di Affalterbach mungkin merencanakan CLE 43 Coupe dan Convertible untuk hadir di masa depan.

Terlepas dari spekulasi tersebut, C43 Sedan and Estate 2023 adalah model seri produksi pertama yang menampilkan electric exhaust gas turbocharger yang diadaptasi dari F1.

AMG One seharusnya hadir lebih dulu, tetapi hypercar bermesin F1 itu beberapa kali tertunda dan baru akan masuk produksi pada pertengahan tahun ini.