Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia sudah mulai memasuki era kendaraan listrik, termasuk di Indonesia. Perlahan tapi pasti, kita beralih dari mesin konvensional menuju mobilitas tanpa emisi.

Tentu saja prosesnya tidak instan. Ada langkah-langkah yang perlu ditempuh, sebelum masyarakat sepenuhnya beradaptasi. Salah satu caranya adalah konversi.

Melalui metode tersebut, kendaraan konvensional, seperti sepeda motor, mobil, bus dan truk berbahan bakar bensin atau solar, bisa diubah menjadi EV yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Itulah yang dilakukan Spora EV, sebuah startup nasional yang berbasis kemampuan rancang bangun kendaraan listrik.

Sejak 2020, mereka mulai mengembangkan teknologi konversi dan aplikasinya di berbagai sektor, seperti kendaraan umum, logistik, pertambangan, hingga perkebunan.

Dalam strategi pengembangan ke depannya, Spora EV memiliki target untuk bisa merampungkan 1.500 unit konversi berbagai jenis kendaraan per tahun.

Dan, salah satu kunci penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah ketersediaan jaringan charging station atau stasiun pengisian listrik umum, terutama bagi para pelanggan korporasi yang mengoperasikan ratusan bahkan ribuan kendaraan setiap harinya.

Terkait hal tersebut, pada Kamis (21/7/2022), Spora EV mengumumkan kesepakatan dengan EVCuzz - sebuah perusahaan startup jaringan pengisian listrik kendaraan.

Kedua pihak menandatangi nota kesepahaman untuk bersinergi memberikan solusi lengkap terbentuknya ekosistem kendaraan listrik bagi masyarakat dan konsumen korporasi di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, EVCuzz diharapkan bisa semakin memperluas jaringan dan pelayanan stasiun pengisian listrik mereka.

Sementara Spora EV akan memberi kemudahan dan kepraktisan kepada para pelanggan korporasi, yang memiliki armada dalam jumlah besar, untuk mulai berpindah ke kendaraan listrik melalui skema konversi yang lebih hemat dari sisi upfront cost dan operating cost.

Kerja sama Spora EV dengan EVCuzz

"Kolaborasi ini sangat strategis. Bayangkan jika sebuah perusahaan logistik dengan sekitar 1.000 armada mobil ingin pindah ke kendaraan listrik, tentu perlu disiapkan juga infratruktur charging-nya," kata CEO EVCuzz, Abdul Rahman Elly.

Sementara, Triharsa Adicahya, CEO Spora EV, menambahkan, "Salah satu fokus usaha kami adalah menyediakan jasa konversi kendaraan listrik untuk empat sektor penting: pertambangan, perkebunan, logistik dan transportasi publik. Kerjasama dengan EVCuzz ini penting demi menjamin ketersediaan energi melalui infrastruktur charging bagi pelanggan korporasi."