"Kecanggihan Amerika bertemu kecanggihan Cina" adalah cara Ford menggambarkan Explorer 2023, yang baru-baru ini diluncurkan untuk Negeri Tirai Bambu.

SUV menengah itu dicap sebagai model all-new, namun pada kenyataannya, dia hanyalah generasi saat ini yang mendapat update besar-besaran.

Sekali lirik, kita tahu bahwa gril depannya telah diperlebar dan menggunakan banyak aksen krom, sembari diapit oleh lampu depan LED yang didesain ulang sepenuhnya.

Profil samping mengungkapkan velg 21 inci dengan desain kipas turbin, sementara di bagian belakang ada taillight lebih lebar - mirip Equator yang juga dijual di Cina.

Moniker "Explorer" nan mencolok pada tailgate mengisi tempat di mana lencana Ford dulu berada, dengan logo Blue Oval kini duduk sedikit lebih rendah di antara lampu belakang.

Dia dilengkapi sebuah bilah krom yang lebih tipis tapi lebih lebar dari sebelumnya.

Ford Explorer 2023 (Cina)

Perubahan paling menonjol ada di bagian dalam, di mana dasbornya sekarang mengakomodasi layar sentuh 27 inci, yang kita lihat pula pada Ford Evos khusus Cina.

Dia menghilangkan hampir semua tombol konvensional, sementara ventilasi udara pusat digeser lebih rendah demi memberi ruang bagi layar masif tersebut membentang sepanjang dasbor sisi penumpang.

Apakah perubahan yang sama akan diterapkan juga pada versi di pasar lain?

Ford Authority mengklaim tweak itu hanya untuk Explorer di Cina, dengan model tahun 2023 di Amerika Serikat (AS), misalnya, tetap hampir tidak berubah.

Buku pesanan untuk SUV tersebut di pasar domestik akan dibuka pada 11 Agustus, dengan produksi diprogram mulai pada 7 November.

Explorer listrik murni masih digarap, tetapi tanggal peluncuran, yang awalnya ditetapkan pada pertengahan 2023, diundur ke Desember 2024, ketika produksi dilaporkan dimulai.

Hal serupa terjadi pula kepada Lincoln Aviator EV yang lebih mewah, mengingat keduanya bakal menggunakan arsitektur EV khusus.

Saat ini, tidak jelas di mana duo SUV nol-emisi tersebut akan dirakit, tetapi tidak mungkin di Chicago atau Cuautitlan.