Dua tahun lalu, muncul Peraturan Presiden (Perpres) No.55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk Transportasi Jalan.

Bersama itu, timbul harapan bahwa industri kendaraan listrik di tanah air akan melaju pesat. Salah satunya, tentu transisi kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik berbasis baterai.

Hal tersebutlah yang menjadi dasar digelarnya Indonesia Electric Motor Show (IEMS). Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga, setelah 2019 dan 2021.

Pameran khusus ekosistem dan infrastruktur kendaraan listrik itu bakal dihelat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 28-30 September 2022. Temanya "Strengtening Autonomous Ecosystem".

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengatakan bahwa IEMS 2022 adalah ajang untuk mensosialisasikan ekosistem kendaraan listrik, termasuk peran riset dan inovasi dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

Pengembangan kendaraan listrik saat ini dilakukan untuk memenuhi Prioritas Riset Nasional (PRN) Kendaraan Listrik 2020-2024.

Hal itu berfokus kepada penguasaan teknologi kunci kendaraan otonom, seperti sistem deteksi objek/sensor, sistem telekomunikasi, human to vehicle interaction serta computer vision.

Pada era sebelumnya, pengembangan kendaraan listrik difokuskan kepada penguasaan teknologi komponen kunci, seperti motor listrik, baterai, control system/power electronic, platform dan charging system.

"Mengusung tema 'Strenghtening Autonomous Ecosystem' di IEMS 2022, BRIN ingin mendorong berbagai pihak untuk menjadi bagian dari ekosistem yang memicu inovasi dan pertumbuhan di bidang kendaraan otonom. Hal ini akan membantu menciptakan proporsi nilai baru yang terbentuk melalui kolaborasi," kata Handoko.

Sederet kegiatan yang akan dilakukan di IEMS 2022 antara lain, seminar, talkshow, transaksi jual-beli kendaraan listrik, hingga test drive.

Pameran ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Dewan Energi nasional (DEN), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), serta PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA).

Bagi yang ingin berkunjung, tak ada biaya yang dipungut alias gratis. Namun, Anda mesti melakukan registrasi terlebih dulu di situs resmi Indonesia Electric Motor Show melalui tautan ini.