Raksasa mobil listrik asal Cina, NIO, berencana untuk membangun kesuksesan di Eropa dengan meluncurkan jajaran mobil kompak dengan harga terjangkau.

Namun, mengingat status premium NIO, mobil-mobil tersebut akan dijual dengan nama merek yang berbeda.

Sub-merek yang ramah di kantong dengan nama kode Firefly. Saat ini sedang dalam pengembangan dan akan diluncurkan pada tahun 2024.

Model pertama merek Firefly kabarnya akan menjadi hatchback yang terjangkau dengan harga mulai di bawah € 30.000 ($ 33.290 atau Rp488 juta).

Mobil ini akan memiliki kemampuan untuk menukar baterai, yang berarti baterai yang sudah habis dapat diganti dengan baterai yang sudah terisi penuh hanya dalam waktu 5 menit.

NIO Group CEO William Li had the following to say when quizzed on the firm's European plans (via AutoCar):

“Di Eropa, pasti ada permintaan yang lebih tinggi untuk kendaraan yang lebih kecil. Untuk mobil kompak, proporsi biaya baterai akan lebih besar daripada (biaya di) mobil lain. Namun tantangan ini bersifat universal; tidak hanya untuk NIO. Model-model kompak lainnya di Eropa juga menghadapi tantangan serupa.” 

Li yakin NIO dapat menjadi yang terdepan dalam persaingan melalui layanan penukaran baterai yang inovatif. NIO berencana untuk memiliki 1.000 stasiun penukaran di luar Cina pada akhir tahun 2025.

“Ini semua adalah tentang persaingan, dan persaingan selalu relatif. Jika kami dapat mengungguli fitur produk dan dengan apa yang diperjuangkan NIO, dengan Power Grid dan layanan lainnya, jika pengalaman keseluruhan yang dapat kami berikan kepada pengguna Eropa di masa depan lebih baik di beberapa area, maka kami dapat membangun daya saing kami, maka kami dapat memperoleh bagian yang adil.”

Model Eropa pertama NIO, ET5 wagon, akan diluncurkan akhir tahun ini. T

ersedia dengan paket baterai 75 kWh, 100 kWh, atau 150 kWh, ET5 wagon dibuat dengan mempertimbangkan pembeli Eropa.

Mobil ini akan mulai dijual di benua Eropa terlebih dahulu, dengan Cina menyusul beberapa bulan kemudian.