Pengendalian secara umum sangat baik.

Belajar mengendarai sepeda motor adalah kegiatan yang mengasyikkan sekaligus menakutkan.

Menyenangkan karena Anda menjadi bagian dari keluarga besar yang hebat ini dan Anda bisa mengalami pengalaman yang berbeda.

Menakutkan karena sampai Anda merasa nyaman di sadel, lalu tak memikirkan bahwa jatuh cinta dengan motor itu menakutkan.

Jenis Motor yang Anda pilih akan membuat perbedaan yang signifikan dalam cara Anda merasakan jarak tempuh pertama di sadel.

 

Honda Rebel 500 tampak samping.

Motor pertama saya adalah Yamaha XJ600 Seca II 1993. Tidak terlalu tinggi, tidak terlalu berat, dan tidak terlalu bertenaga. Semuanya pas.

Saya menghabiskan tiga tahun yang membahagiakan untuk mempelajari seluk-beluk mengendarai sepeda motor dan perawatan dasar dengan Seca saya ini.

Saya menyukai motor mulai 2006 silam. Kala itu, Honda mengiklankan CBR125R. Katanya cocok untuk biker pemula karena bagus dan murah.

Tapi, saya tidak pernah bisa mengikuti teori bahwa pemula harus memulai dengan motor berukuran saku.

Honda Rebel 500

Honda pertama kali memperkenalkan Rebel pada 1985 dengan mesin 250cc yang tampak generik dengan kaca depan turing dan knalpot ganda.

Joknya tebal dan nyaman. Meski kerangka mungil, namun tetap terlihat seperti motor dewasa.

Untungnya, Honda telah mengubah pola pikirnya. Pada 2020, Honda berevolusi pada definisi motor.

Mereka menambah kapasitas mesinnya. Saya pun memilih Honda Rebel 500 untuk dijajal performanya.

Ternyata, motor ini lebih fleksibel, serbaguna, dan pasti lebih menyenangkan. Berikut ulasannya.

Mesin:   471cc, liquid-cooled, DOHC, parallel-twin
Transmisi:   enam percepatan
Performa:  40.83hp/40Nm
Rem:  1x296mm disc with Nissin dual-piston caliper front, 240mm disc with Nissin single-piston caliper back
Suspensi:   41mm telescopic fork with 4,8 inci di depan, dual shocks with 3,8 inci di belakang
Roda/ban:  130/90-16 depan, 150/80-16 belakang
Sumbu roda:   58.7 inci
Seat Height:  27.2 inci
Berat:   200 kilogram
Harga:  Rp92 juta (di AS)

  

Penampilan

Rebel ingin tampil berbeda tapi sejatinya tetap tanpa rasa yang berarti sejak 1985. Memang, ada upaya lebih dari Honda pada 2016.

Ada sedikit penyegaran tapi sayang di 2020, perubahan hampir tak terlihat. Meski tetap perlu diapresiasi.

Ada lampu LED di keempat sudutnya, kopling jadi tidak mudah selip, dan suspensi yang lebih kaku di depan-belakang, dan jok yang lebih tebal.

Bagaimanapun, upaya Honda untuk memperbaiki penampilan Rebel ini cukup berhasil. Meski, Honda memang belum akan mengubah banyak hal dalam waktu dekat.

Fakta lainnya, motor ini memiliki bobot seberat 200 kilogram dan Anda memiliki fondasi yang kokoh.

Secara keseluruhan, Honda Rebel 500 ini melakukan pekerjaan yang baik dengan tidak mengintimidasi dan sangat akomodatif.

Mesin Honda Rebel 500

Ergonomi

Saya sendiri bukan penganut pakem ergonomi, terutama untuk kaki-kakinya. Penutup mesin di sisi kanan agak bermasalah.

Begitu menonjol dari samping, memaksa kaki saya berada di posisi yang aneh dan tidak nyaman.

Dampaknya, ada memar besar di kaki kanan setelah selama akhir pekan mengendarai Rebel 500 ini.

Dengan ruang kaki yang terbatas itu, jok terbentuk mengikuti alur itu membuat badan pengemudi jadi agak membungkuk.

Posisi jok Honda Rebel 500 cukup rendah. Memungkinkan pengemudi dengan berbagai postur tubuh bisa terakomodasi di motor ini.

Meski begitu, ada pula keterbatasannya. Bagi saya yang 176 sentimeter, posisi tubuh dan kaki sudah agak tertekuk.

The Ride

Suspensi telah ditingkatkan sehingga pengendalian Honda Rebel 500 jadi makin stabil. Tapi, ini berlaku hanya untuk jalan raya yang mulus.

Jika berada di jalanan yang membutuhkan sedikit manuver, Honda Rebel 500 terasa agak kaku saat dikendalikan.

Setang lurus ke depan dan pengemudi bisa bobot di roda depan. Respons baliknya, pengendalian total.

Honda Rebel 500 memakai mesin berkapasitas, 471cc, berpiston ganda, dan punya 45 daya kuda.

Kinerja mesin pun seimbang. Situs Cycle World menjajal Honda Rebel 500 di mesin dyno dan hasilnya sangat menarik.

Mesin memberikan tenaga dan torsi yang sinkron. Dengan kata lain, Honda Rebel 500 memang bertenaga.

Utamanya saat tarikan awal. Peningkatan tenaganya pun naik secara gradual dan bisa diprediksi.

Knalpot Honda Rebel 500 menghasilkan suara yang baik meski ukurannya relatif besar. Transmisi di motor ini ada enam percepatan.

Perpindahan gigi pun mulus karena sudah pakai teknologi yang bisa mengeliminasi selip. Sehingga, akselerasi jadi sangat mudah didapatkan.

Sedangkan untuk pengereman rasanya terbilang biasa saja bagi saya. Bisa dimaklumi karena Honda Rebel 500 hanya memakai satu cakram di roda depan.

Terasa kurang agresif sehingga bagi pengemudi pemula bakal akan mencengkeram agak dalam jika ingin mengurangi kecepatan.

  

Review: 2020 Honda Rebel 500, Detail, Rear wheel, Right

 

Review: 2020 Honda Rebel 500, Detail, Pillion seat