Setelah kami mengundang para pemenang kuis Kia Sonet 7 dan membuatkan videonya, giliran kami yang secara khusus menjajal mobil edisi 2021 ini.

Kami melakukan perjalanan ke bogor di mana video khusus tentang itu akan kami tayangkan di lain waktu.

Saat ini, yang ada pada artikel feeder ini adalah tentang tiga hal menarik yang kami dapatkan dari Kia Sonet 7 ini.

Sejatinya, Kia Sonet 7 ini secara dimensi sama persis dengan Kia Sonet 5. Perbedaannya hanya soal kapasitas penumpang yang bisa diangkutnya.

Pada Kia Sonet 5 hanya lima penumpang, sedangkan Kia Sonet 7, ya tujuh penumpang tapi sungguh kurang proporsional karena kabin belakang sangat sempit.

Mungkin hanya cukup untuk dua orang balita atau di bawah 10 tahun tapi yang anaknya tak gemuk atau bongsor.

Oke, jangan bahas itu melulu, kami ingin mengajak para pembaca untuk ke luar dan melihat desain Kia Sonet 7 ini secara keseluruhan.

Rasanya tak berlebihan jika kami mengatakan tampilannya Kia Sonet 7 ini sangat menarik. Kompak dan berdesain yang sangat baik.

Pada gril depan sudah memakai desain tiger nose atau hidung harimau yang merupakan ciri khas utama bahasa desain Kia secara global.

Серийный Kia Sonet. Вид спереди

Setelah mengamati bodi Kia Sonet 7 yang asyik ini, tak lengkap rasanya jika tak membahas mesin yang dipakai mobil ini.

Kapasitasnya 1.500 cc tapi terbilang lumayan irit. Klaim pabrikan, bisa mencapai 1:16 tapi itu tak berlebihan.

Pasalnya, jika kita memakai mode Eco di sepanjang perjalanan, untuk mencapai 1:14 sangat tidak kesulitan dan itu sangat irit.

Meski demikian, performa di mode Eco pun cukup menyenangkan. Masih bisa juga dibuat ngebut meski akselerasinya biasa saja.

Meski demikian, jika ingin mendapatkan performa galak, lupakan sejenak soal pengiritan bahan bakar.

Langsung saja pilih moda Sport, maka Kia Sonet 7 ini akan langsung melesat saat kita menginjak pedal gas kuat-kuat.

Satu hal menarik lainnya yang kami catat memang cukup mengesankan dan itu berada di interior, yaitu pendingin pada kursi bagian depan. Sebut saja AC untuk jok.

Sama persis dengan AC pada umumnya yang harus dihidupkan terlebih dahulu dengan tiga percepatan kipas.

Biasanya, untuk iklim di Jakarta, kita akan langsung pasang di  posisi tiga kipas. Lalu, perlahan punggung, pantat, dan paha bawah akan terasa sejuk.

Jika suhu di luar sedang tinggi, AC jok ini memang tak terlalu terasa tapi tetap tak membuat punggung berkeringat.

Sehingga, saat turun dari mobil, baju bagian belakang dijamin tak basah karena keringat karena punggungnya kering.

Galeri: Kia Sonet (2020)