Nama Honda CR-V seakan telah menjadi jaminan mutu untuk kelas SUV kompak. Diluncurkan pertama kali pada 1997, mobil ini langsung menjadi salah satu favorit berkat fitur-fiturnya yang lengkap dan desain yang khas.

Belum lama ini, Honda Indonesia mengajak pembalap nasional Honda Racing Indonesia, Alvin Bahar, untuk menjajal varian teranyar dari Honda CR-V 2021, yakni Black Edition.

Dikutip dari kanal Youtube resmi Honda Indonesia, Hondaisme, Alvin langsung merasakan perbedaan besar saat masuk ke kabin.

“Dibanding CR-V sebelumnya, versi Black Edition ini menonjolkan desain yang lebih timeless, dengan lebih banyak warna hitam baik di eksterior maupun di interior. Warna wood panel yang sebelumnya coklat sekarang menjadi hitam,” ujarnya.

“Nuansa hitam ini menurut saya pribadi, untuk menyetir sehari-hari lebih nyaman karena nuansa redup. Karena kalau warna dalam terlalu terang, kita melihat keluar ada pantulan cahaya dari interior.”

 

Memang, untuk edisi khusus ini, Honda menanamkan warna hitam legam ke hampir semua aspek, termasuk velg, ornamen wood panel di kabin, hingga jok kulit hitam edisi khusus.

Selain semua pembaruan di aspek penampilan tersebut, CR-V Black Edition memiliki spesifikasi yang sama persis dengan CR-V 2021 tipe 1,5L Prestige Turbo yang tersedia di pasaran.

Dengan mesin ini, CR-V Black Edition diklaim mampu menghasilkan tenaga 187,4 HP pada 5.600 rpm dan torsi maksimal 240 Nm pada 2.000-5.000 rpm.

Berbicara soal mobil Honda, tentunya tak lengkap jika tak membahas soal fitur keamanan, yang selama ini menjadi salah satu unggulan pabrikan asal Jepang tersebut.

Sama seperti CR-V 2021 lainnya, CR-V Black Edition hadir dengan serangkaian fitur keamanan standar, yang oleh Honda dinamai Sensing.

Adapun fitur yang termasuk di dalamnya adalah CMBS, adaptive cruise control (ACC) dengan low-speed follow (ASF), Lane Keeping Assist System (LKAS), serta Road Departure Mitigation (RDM).

Kesemua fitur tersebut selaras dengan visi Honda untuk menjunjung tinggi keselamatan berkendara, yang tampak dalam kampanye "Safety for Everyone".

“Dalam memilih kendaraan, fitur keselamatan ini sangat penting, karena membantu kita untuk lebih pede dalam berkendara,” ujar Alvin.

“Tapi bukan berarti kita mengandalkan teknologi 100 persen, karena keselamatan kita dalam berkendara tergantung dari kita sendiri,” ia menambahkan.

Alvin juga mengaku terbantu dengan fitur Honda Sensing. “Berkat fitur Honda Sensing, kaki saya tidak perlu lagi menginjak gas,” ujarnya.

“Bahkan kalau misalnya kendaraan di depan melambat, mobil ini juga akan melambat dan menyesuaikan kecepatan secara otomatis.”

Secara umum, Alvin mengaku puas dengan teknologi keselamatan yang dibenamkan Honda, meski tak dapat dimungkiri bahwa keselamatan tetap menjadi tanggung jawab pengendara.

“Pada jalur-jalur seperti contra flow, di mana banyak berpapasan dengan kendaraan lain, tentunya fitur ini sangat meningkatkan keamanan kita dalam berkendara,” ujarnya.

Namun demikian, Alvin mengaku sempat kaget karena fitur Honda Sensing lumayan sering menyala di jalan raya. Ini berbeda saat melaju di jalanan yang lengang.

“Tapi justru ini membuktikan sistem Honda Sensing cukup baik dalam mendeteksi kendaraan-kendaraan yang ada di sekitar,” ucapnya.

Keempat teknologi tersebut dibuat oleh Honda agar konsumen merasakan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

“Tapi sekali lagi, harus diingat, keselamatan dalam berkendara jadi tanggung jawab kita semua dan para pengguna jalan,” Alvin menegaskan.

Galeri: Foto Mata-mata Terbaru Honda CR-V 2023