Salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung dalam pameran IIMS Hybrid 2022, 31 Maret-10 April lalu di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, adalah taksi terbang EHang 216.

Adalah Prestige Image Motor Cars yang memajang EHang 216 di booth mereka dalam salah satu ajang pameran otomotif terbesar nasional itu.

EHang 216 sendiri nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi akses untuk menjelajah daerah terpencil yang sulit digapai melalui jalur darat.

Mobil dengan wujud yang tidak biasa itu memiliki tampilan yang mirip dengan drone.

Bahkan terlihat layaknya drone berukuran jumbo karena terpasang 16 baling-baling berbahan karbon di sekitar kendaraan itu.

EHang 216 di IIMS 2022
EHang 216 di IIMS 2022 / Foto: Kunta Bayu Waskita

Kendati demikian, EHang 216 justru terlihat mungil jika disandingkan dengan mobil pada umumnya.

Sebab taksi terbang itu hanya memiliki tinggi 1,77 meter dan lebar 5,61 meter, namun bisa mengangkut beban hingga 220 kilogram.

EHang 216 diklaim dapat terbang sejauh 35-65 km selama 16 sampai 45 menit dengan muatan dua penumpang dewasa. Taksi terbang itu diklaim memiliki kecepatan 130 km per jam.

Spesifikasi dan Harga

EHang 216 di IIMS 2022
EHang 216 di IIMS 2022 / Foto: Kunta Bayu Waskita

EHang 216 merupakan taksi terbang asal Cina, yang hadir di Indonesia melalui importir PT Prestisius Aviasi Indonesia atau Prestige Aviaton.

Taksi terbang ini diklaim memiliki keunggulan lebih baik ketimbang pesawat berawak tradisional.

Ini karena biaya perbaikan dan pemeliharaan rendah, lebih senyap, dan berukuran kecil sehingga mudah lepas landas atau mendarat.

Terlebih, kendaraan udara otonom ini bebas emisi, 100% elektrik sehingga ramah lingkungan.

Taksi terbang tanpa awak ini mengusung tiga konsep utama, yakni tingkat keamanan maksimum, pengendalian tanpa awak, dan kontrol dari pusat komando kendali cerdas.

Dengan menerapkan teknologi otonom, maka kemungkinan human error bakal berkurang.

EHang 216 bakal dikendalikan melalui pusat komando melalui kendali cerdas dengan menggunakan seperangkat sistem intuitif.

Sistem itu memiliki lima fungsi inti, yakni perjalanan terbang, manajemen kluster, pemantauan, pengendalian, dan peringatan dini.

Taksi terbang menggunakan tenaga listrik yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi emisi. Dalam pengisian dayanya, EHang 216 bisa menggunakan sumber daya listrik 220V atau 380V dalam satu jam.

Dengan satu kali pengisian daya, taksi listrik terbang EHang 216 bisa menjangkau jarak terbang sampai 35 km. Sedangkan kecapatan maksimal 130 km/jam.

EHang 216 telah menjalani uji coba pertamanya di Bali pada 26 November 2021. Namun, ketika itu taksi terbang tersebut diuji tanpa awak maupun penumpang, dan sempat juga menjalani flight demo di area IIMS Hybrid 2022 pada April lalu.

Executive Chairman Prestige Aviation Rudy Salim saat itu mengatakan, EHang 216 diharapkan bisa memenuhi kebutuhan transportasi udara di Indonesia.

"Apalagi cost yang dikeluarkan terbilang murah dibandingkan dengan menempuh perjalanan melalui jalur darat,” ucapnya.

Prestige Aviation membuka pre-order EHang 216 sebanyak 100 unit. Harga satu unit taksi terbang listrik buatan Cina ini Rp8 miliar.

EHang tidak memiliki pengendalian di dalam kokpit sehingga memberikan kesan canggih.

Dengan demikian, EHang tidak bisa dijalankan secara sembarangan, melainkan hanya penerbang bersertifikat dan izin perusahaan yang boleh menerbangkan mobil terbang itu.

Galeri: Tesla Model 3 2022